Artikel Terbaru Prabowo Subianto Jadi Menteri Pertahanan Di Kabinet Jokowi, Kemana Kawan Erick Thohir, Sandiaga Uno? - Tribun Kaltim Prabowo Subianto Menteri Pertahanan

https://rumahakal.com

Prabowo Subianto Jadi Menteri Pertahanan di Kabinet Jokowi, Kemana Kawan Erick Thohir, Sandiaga Uno? - Tribun Kaltim

Sebelum menerangkan lebih jelas mengenai "Prabowo Subianto Jadi Menteri Pertahanan di Kabinet Jokowi, Kemana Kawan Erick Thohir, Sandiaga Uno? - Tribun Kaltim", kami introduksikan lebih dahulu mengenai Rahasia Berhitung Mudah.

Click image di bawah agar mendapat penjelasan lebih mendalam

 

matematika ajaib

Ayo, sudah waktunya kita jelaskan perihal  "Prabowo Subianto Jadi Menteri Pertahanan di Kabinet Jokowi, Kemana Kawan Erick Thohir, Sandiaga Uno? - Tribun Kaltim"

TRIBUNKALTIM.CO - Ketua Umum Partai ?

Jelang pengumuman dan Maruf Amin.

Hal ini diungkapkan Prabowo Subianto saat menerima undangan ke Istana Negara, (21/20/2019).

Sebelumnya, sudah ada beberapa tokoh yang menyambangi , lengkap dengan kemeja putih.

Mereka adalah Mahfud MD, Nadiem Makarim, , dan Wishnutama.

Tak sendiri, .

Setelah keluar dari dan Maruf Amin.

Pada pertemuan itu, Prabowo pun menyebut, sudah menyatakan sikap Partai atas hal itu.

"Saya baru saja menghadap Bapak Presiden RI yang baru kemarin dilantik saya bersama bersama Edhy Prabowo, kami diminta untuk memperkuat kabinet beliau dan saya sudah sampaikan keputusan kami dari Partai .

Apabila diminta, kami siap membantu," kata .

Begitulah pembahasan mengenai Rahasia Berhitung Mudah dan "Prabowo Subianto Jadi Menteri Pertahanan di Kabinet Jokowi, Kemana Kawan Erick Thohir, Sandiaga Uno? - Tribun Kaltim" Terima kasih atas kunjungannya

Postingan ini dikelompokkan ke dalam kategori

Postingan ini bersumber dari  https://rumahakal.com dan https://kaltim.tribunnews.com/2019/10/22/prabowo-subianto-jadi-menteri-pertahanan-di-kabinet-jokowi-kemana-kawan-erick-thohir-sandiaga-uno

Related Posts:

Tulisan Terkini Berita Harian Prabowo Subianto Terbaru Hari Ini - Kompas.com Prabowo Subianto Terkini

https://rumahakal.com

Berita Harian Prabowo Subianto Terbaru Hari Ini - Kompas.com

Sebelum membahas lebih rinci masalah "Berita Harian Prabowo Subianto Terbaru Hari Ini - Kompas.com", kami introduksikan lebih dahulu apa itu Rahasia Unik Matematika Ajaib.

Klik foto di bagian bawah untuk mengetahuinya

 

matematika ajaib

Ayo, sekarang kita kupas perihal  "Berita Harian Prabowo Subianto Terbaru Hari Ini - Kompas.com"

Nasional

23/10/2019, 12:21 WIB

Tren

23/10/2019, 12:09 WIB

Nasional

23/10/2019, 10:17 WIB

Nasional

23/10/2019, 09:49 WIB

News

23/10/2019, 09:42 WIB

Tren

23/10/2019, 09:40 WIB

Megapolitan

23/10/2019, 09:27 WIB

Nasional

23/10/2019, 07:33 WIB

Tren

23/10/2019, 05:25 WIB

Megapolitan

22/10/2019, 16:30 WIB

Tren

22/10/2019, 16:21 WIB

Megapolitan

22/10/2019, 15:28 WIB

Megapolitan

22/10/2019, 14:35 WIB

Tren

22/10/2019, 14:22 WIB

Megapolitan

22/10/2019, 13:46 WIB

Begitulah pembahasan mengenai Rahasia Unik Matematika Ajaib dan "Berita Harian Prabowo Subianto Terbaru Hari Ini - Kompas.com" Terima kasih atas kunjungannya

Postingan ini dikelompokkan ke dalam kategori

Postingan ini bersumber dari  https://rumahakal.com dan https://www.kompas.com/tag/prabowo-subianto

Related Posts:

Analisa Teranyar Prabowo Ditunjuk Jokowi Jadi Menteri Bidang Pertahanan Prabowo Subianto Jadi Menteri Pertahanan

https://rumahakal.com

Prabowo Ditunjuk Jokowi Jadi Menteri Bidang Pertahanan

Sebelum menjelaskan lebih detail masalah "Prabowo Ditunjuk Jokowi Jadi Menteri Bidang Pertahanan", penulis introduksikan terlebih dahulu mengenai Rahasia Unik Matematika Ajaib.

Klik gambar di bawah agar mendapat penjelasan rinci

 

matematika ajaib

Ayo, sudah saatnya kita jelaskan tentang  "Prabowo Ditunjuk Jokowi Jadi Menteri Bidang Pertahanan"

CP name
Kompas.com
Reporter
Upload Date & Time
KOMPAS.com/Ihsanuddin
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto turut hadir di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (21/10/2019). Ia datang bersama Waki Ketua Umum Partai Gerindra Edhy Prabowo. Keduanya kompak mengenakan kemeja putih lengan panjang.

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengaku diminta untuk masuk ke kabinet Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Meski tak menyebut spesifik pos menteri yang akan ia emban, namun Prabowo menyebut ia akan membantu kabinet Jokowi-Ma'ruf di bidang pertahanan.

"Saya diminta bantu beliau di bidang pertahanan," ujar Prabowo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (21/10/2019).

Mantan Komandan Jenderal Kopassus tersebut mengaku, akan bekerja keras untuk mencapai apa sasaran yang telah ditentukan oleh pemerintahan Jokowi. 

"Beliau beri beberapa pengarahan, saya akan kerja keras untuk mencapai sasaran dan harapan yang ditentukan," lanjut Prabowo.

Baca juga: Berkemeja Putih, Prabowo Subianto dan Edhy Prabowo Datangi Istana

Selain Prabowo, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Edhy Prabowo juga mendapat pos menteri. Namun Prabowo belum mengumumkan pos menteri yang dimaksud.

Prabowo sekaligus memastikan ia dan Edhy siap membantu kabinet Jokowi-Ma'ruf.

"Saya sudah sampaikan keputusan kami dari Partai Gerindra apabila diminta kami siap membantu, hari ini siap diminta dan kami siap membantu," sambung dia. 

Penulis: IhsanuddinEditor: Fabian Januarius Kuwado

Artikel Asli

Begitulah pembahasan mengenai Rahasia Unik Matematika Ajaib dan "Prabowo Ditunjuk Jokowi Jadi Menteri Bidang Pertahanan" Terima kasih atas kunjungannya

Postingan ini dikelompokkan ke dalam kategori

Postingan ini bersumber dari  https://rumahakal.com dan https://today.line.me/id/pc/article/Prabowo+Ditunjuk+Jokowi+Jadi+Menteri+Bidang+Pertahanan-1BGz1E

Related Posts:

Analisa Terupdate Prabowo Subianto, Simbol Oposisi Yang Kini Jadi Menteri Jokowi Prabowo Subianto Menteri

https://rumahakal.com

Prabowo Subianto, Simbol Oposisi yang Kini Jadi Menteri Jokowi

Sebelum mulai membahas lebih detail perihal "Prabowo Subianto, Simbol Oposisi yang Kini Jadi Menteri Jokowi", penulis introduksikan lebih dahulu tentang Rahasia Matematika Ajaib.

Klik image di bawah supaya mendapat penjelasan lebih mendalam

 

matematika ajaib

Ayo, sudah waktunya kita kupas tentang  "Prabowo Subianto, Simbol Oposisi yang Kini Jadi Menteri Jokowi"

agregasi

JAKARTA – Pertarungan sengit Pilpres 2019 menjadi potret nyata demokrasi di Indonesia. Dua kubu yang dahulu berseberangan, kini menghadirkan pemandangan elok. Dimulai dari MRT hingga politik nasi goreng ala Ibu Mega.

Rakyat mengetahui, baik Jokowi maupun Prabowo adalah rival yang bertarung di Pilpres 2014 dan 2019. Boleh dikatakan pertarungan itu amatlah sengit, mulai elite hingga masyarakat pun andil. Saling caci, sindir, dan berseteru tidak terelakkan.

Tapi kini kontestasi sudah usai. Mereka memilih berpelukan, duduk satu meja, bercanda tawa. Sebuah pemandangan elok bagi perpolitikan Tanah Air. Itulah politik, unik dan juga menggelitik.

Perseteruan yang kini berujung persahabatan ditandai dengan masuknya sang rival yakni Prabowo Subianto ke kabinet jilid II Jokowi.

Kini Prabowo Subianto yang merupakan simbol utama oposisi resmi menjadi menteri Jokowi Widodo-Ma’ruf Amin. Tak tanggung-tanggung, Prabowo menjabat menteri pertahanan yang memang bidang keahliannya.

Meski memicu banyak komentar, positif hingga nyinyir, dengan bergabungnya Prabowo di kabinet jilid II Jokowi menjadi titik kulminasi perubahan peta politik Indonesia.

Terlepas dari maraknya spekulasi yang muncul menggiring nama Prabowo yang ditugaskan Jokowi mengurusi bidang pertahanan, perlu diapresiasi lantaran rekam jejak Prabowo yang hidupnya hanya untuk mengabdi pada bangsa dan negara.

Berlatar belakang militer selama 24 tahun tentu menjadikan ketua umum Partai Gerindra ini dinilai tepat memimpin kementerian yang membawahi tiga matra itu yakni darat, laut, dan udara.

Segudang prestasi melekat di nama mantan Danjen Kopassus tersebut, salah satuany menjadi komandan pembebasan para sandera Mapenduma di Irian Barat pada 1996.

Tugas itu dilaksanakan dengan baik dan sukses hingga mendapat pujian dunia internasional, terutama karena melibatkan warga negara asing. Setidaknya ada empat orang asal Inggris, dua orang asal Belanda, dan satu orang asal Jerman.

Pada 1998, Prabowo tidak lagi berstatus sebagai militer aktif, karena diberhentikan dari dinas keprajuritan pada masa presiden ketiga RI BJ Habibie.

Setelah meninggalkan karier militernya, Prabowo memilih mengikuti karier adiknya, Hashim Djojohadikusumo dan menjadi pengusaha dengan menguasai 27 perusahaan di dalam dan luar negeri.

Usaha-usaha yang dimiliki Prabowo bergerak di bidang kertas, perkebunan, tambang, kelapa sawit, dan batu bara.

Pages: 1

Begitulah pembahasan mengenai Rahasia Matematika Ajaib dan "Prabowo Subianto, Simbol Oposisi yang Kini Jadi Menteri Jokowi" Terima kasih atas kunjungannya

Postingan ini dikelompokkan ke dalam kategori

Postingan ini bersumber dari  https://rumahakal.com dan http://waspada.co.id/warta/prabowo-subianto-simbol-oposisi-yang-kini-jadi-menteri-jokowi/

Related Posts:

Analisa Teranyar Tiba Di Istana, Calon Menhan Terkuat Prabowo Subianto Banyak Menebar Senyum - Tribunnews.com Prabowo Subianto Menhan

https://rumahakal.com

Tiba di Istana, Calon Menhan Terkuat Prabowo Subianto Banyak Menebar Senyum - Tribunnews.com

Sebelum menjelaskan lebih jelas tentang "Tiba di Istana, Calon Menhan Terkuat Prabowo Subianto Banyak Menebar Senyum - Tribunnews.com", saya introduksikan terlebih dahulu tentang Rahasia Matematika Ajaib.

Click foto di bagian bawah supaya mengetahuinya

 

matematika ajaib

Yuk, saatnya kita jelaskan mengenai  "Tiba di Istana, Calon Menhan Terkuat Prabowo Subianto Banyak Menebar Senyum - Tribunnews.com"

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ay

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum Partai Gerindra , Jakarta, Rabu pagi (23/10/2019).

Mengenakan batik bercorak coklat, putih, dan kuning, begitu tiba Prabowo langsung menebar senyum dan membalas sapaan para awak media.

Ia yang digadang-gadang menjadi calon kuat menteri pertahanan langsung memasuki ruangan tanpa dikawal ajudan.

Padahal sejak kedatangan di ruang kaca, ia dikawal sejumlah ajudan yang diantaranya membawa sebuah baju.

Baca:

Bersama sejumlah nama-nama terkenal, hari ini Presiden Jokowi akan mengumunkan dan melantik menteri di kabinet jilid II.

Para menteri Kabinet Indonesia Maju
Para menteri Kabinet Indonesia Maju di depan kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, menjelang pelantikan Rabu pagi (23/10/2019).

Sebelumnya, pada Senin kemarin (21/10), Prabowo bersama Edhie Prabowo mendatangi istana setelah dipanggil Presiden Jokowi.

Baca:

Mantan danjen Kopassus ini mengaku diminta Presiden Jokowi untuk memperkuat kabinet era pemerintahan presiden Jokowi Jilid II.

"Saya baru saja menghadap bapak Presiden RI yang baru kemarin dilantik. Kami diminta untuk memperkuat kabinet," ujar Prabowo di Kompleks , Jakarta, Senin (21/10/2019).

"Saya sudah sampaikan dari Partai Gerindra apabila diminta kami siap membantu. Kali ini resmi diminta dan kami siap membantu," lanjut dia.

Begitulah pembahasan mengenai Rahasia Matematika Ajaib dan "Tiba di Istana, Calon Menhan Terkuat Prabowo Subianto Banyak Menebar Senyum - Tribunnews.com" Terima kasih atas kunjungannya

Postingan ini dikelompokkan ke dalam kategori

Postingan ini bersumber dari  https://rumahakal.com dan https://www.tribunnews.com/nasional/2019/10/23/tiba-di-istana-calon-menhan-terkuat-prabowo-subianto-banyak-menebar-senyum

Related Posts:

Info Terkini Prabowo Subianto - Wikipedia Prabowo Subianto Twitter

https://rumahakal.com

Prabowo Subianto - Wikipedia

Sebelum menerangkan lebih detail mengenai "Prabowo Subianto - Wikipedia", kami perkenalkan lebih dahulu perihal Rahasia Unik Matematika Ajaib.

Klik image di bagian bawah supaya mendapat penjelasan lebih mendalam

 

matematika ajaib

Ayo, sudah waktunya kita diskusikan tentang  "Prabowo Subianto - Wikipedia"

Prabowo Subianto Djojohadikusumo (born 17 October 1951) is an

Family background[]

Prabowo, 12 years old (standing right), with his siblings and grandparents, Margono Djojohadikusumo and Siti Katoemi Wirodihardjo

Prabowo's father,

Military career[]

Prabowo enrolled in Indonesia's Military Academy in

Role in 1998 riots and the Fall of Suharto[]

Less than three months after his appointment as head of

On 21 May 1998, Suharto announced his resignation from the presidency and Vice President BJ Habibie took over as president.

On the afternoon following

Business career[]

After being discharged from the military, Prabowo joined his brother

NGOs[]

. He is the Chairman of Indonesia's pencak silat organisation.

  • The Indonesian Farmers' Association was established in 1973 to advocate for the farmers' rights. Prabowo was elected President of HKTI in 2004,
  • The Indonesian Traditional Market Traders Association (APPSI) is a non-profit organisation advocating for the welfare of traders in Indonesia's traditional markets. Prabowo was elected as president of APPSI in 2008.
  • ]

    Using his connections to President Suharto, Prabowo and his brother worked to silence journalistic and political critics in the 1990s. Hashim unsuccessfully pressured

On 22 July 2014, the day that the KPU was due to announce its official tally, Prabowo withdrew from the race after having insisted on his victory since the initial quick counts were released, although the majority showed Jokowi ahead. He attributed this withdrawal to Indonesia "fail[ing] in its duty to democracy" because of "massive cheating that is structured and systematic",

On 23 October 2019, Prabowo was inaugurated as Indonesia's Minister of Defence by President Joko Widodo.

Controversies[]

Paradise Papers[]

In November 2017 an investigation conducted by the ]

On 18 September 2017, at the launch of a book on his father's political economy theory, Prabowo made a speech warning Indonesia could break apart in 2030. "In other countries, they have made studies, where the Republic of Indonesia has been declared no more in 2030," he said. A video clip of the speech was posted to Gerindra's official Facebook page on 18 March 2018. When asked which studies Prabowo was referring to, Gerindra official Elnino M. Husein Mohi said, "Prabowo has read various writings of people that are outside the country, intellectual observers that exist. You can also see them online."

Haiti gaffe[]

In late 2018, Prabowo was ridiculed after erroneously stating that

2019 presidential debate[]

On 17 January 2019, in the first debate between the candidates in Indonesia's April 2019 presidential election, Prabowo said some Indonesian governors deserve higher salaries considering the size of their provinces. He gave the example of Central Java province, which he claimed is larger than Malaysia. Local media reports pointed out that Central Java is 32,544.12 square kilometers, while Malaysia is 330,323 square kilometers.

References[]

Citations[]

  1. ["We present Prabowo Subianto as the defence minister, he knows hes tasks more than me" (Jokowi states)]. Detik.com. 23 October 2019. Retrieved 23 October 2019.
  2. . The Straits Times. 23 October 2019. Retrieved 23 October 2019.
  3. . The Wall Street Journal. Retrieved 31 December 2012.
  4. . Sydney Morning Herald. Retrieved 14 April 2018.
  5. , 26 May 2015, retrieved 26 March 2019
  6. on 18 January 2012.
  7. . 22 November 2011.
  8. . Indonesia News.Net. Retrieved 23 July 2014.
  9. ^ . BBC News Indonesia (in Indonesian). 10 August 2018. Retrieved 26 August 2018.
  10. . The Jakarta Post. Retrieved 23 May 2019.
  11. . ABC News. Retrieved 23 May 2019.
  12. Ready Susanto, Mari mengenal kabinet Indonesia [Let's know the cabinet of Indonesia], Lazuardi Buku Utama, Jakarta, 2011.
  13. ^ Friend (2003), p. 323
  14. .
  15. . The Jakarta Globe.
  16. The American School in London - 1968: Gateway, p. 32 [yearbook]
  17. Djojohadikusumo, Margono (2000). Kenang-Kenangan dari Tiga Zaman. Penerbit Indira.
  18. ^ Conboy, Ken (2003). Kopassus: Inside Indonesia's Special Forces. Equinox Publishing
  19. . www.washingtonpost.com. Retrieved 23 September 2019.
  20. John G. Taylor, East Timor: The Price of Freedom (New York: St. Martin's Press, 1999; 1st ed., 1991), p. xv. (in Friend (2003), p. 433.)
  21. . Four Corners, Australian Broadcasting Corporation.
  22. (PDF). ReliefWeb. Retrieved 10 April 2019.
  23. Friend (2003), p. 325
  24. Friend (2005), p. 330
  25. ^ Friend (2003), p. 331
  26. Friend (2003), p. 315
  27. Berfield and Loveard, Ten Days, in The Last Days of President Suharto, Edward Aspinall, Herb Feith, and Gerry van Klinken, eds. (Clayton, Victoria: Monash Asia Institute, 1999), pp. 57–58.
  28. . Kontras. Retrieved 25 February 2014.
  29. . xs4all.nl.
  30. . ABC Foreign Correspondent. Retrieved 25 February 2014.
  31. (PDF). kotras.org. Kontras. Retrieved 24 September 2014.
  32. , p. 106
  33. on 10 March 2012. Retrieved 8 June 2011.
  34. , p. 107
  35. , pp. 150–151
  36. , p. 148
  37. , p. 153
  38. . etan.org.
  39. , p. 154
  40. Adam Schwartz, A Nation in Waiting, pp. 367–369; Donald Emmerson, Indonesia Beyond Suharto, p. 309; Kees Van Dijk, A Country in Despair, pp. 209–210. All three from Friend (2003), p. 346
  41. Jusuf Habibie, "Detik-detik yang Menentukan: Jalan Panjang Indonesia Menuju Demokrasi" (trans. "Decisive Moments: Indonesia's Long Road towards Democracy")
  42. . Far Eastern Economic Review. Retrieved 25 February 1998.
  43. ^ . cnn.com.
  44. ^ Friend (2003), p. 347
  45. ^ , p. 155
  46. . Jakarta Globe. Retrieved 30 May 2014.
  47. . The Jakarta Post. 7 May 2014. Retrieved 13 May 2014.
  48. . Democracy Now!. 27 June 2014. Retrieved 4 July 2014.
  49. ^ . watchindonesia.org.
  50. . asiaviews.org.
  51. . viva.co.id.
  52. . Tempo.
  53. . Reuters UK.
  54. . Retrieved 23 September 2019.
  55. . Retrieved 23 September 2019.
  56. . The Sydney Morning Herald.
  57. . kompas.com.
  58. . tempo.co.
  59. (in Indonesian). Tempointeraktif. Retrieved 7 October 2008.
  60. (in Indonesian). HKTI. Retrieved 7 October 2008.
  61. . detiknews.
  62. . detikfinance.
  63. . suaramerdeka.com.
  64. Friend (2003), p. 324
  65. Friend (2003), pp. 203, 324
  66. "Surat Dari Redaksi" (Letter from the Editor), Tempo, 6–12 Oct 98, p. 7; Schwarz, Nation in Waiting, pp. 161–162, 320, 490n35.
  67. .
  68. (in Indonesian). Detik.com. Retrieved 7 October 2008.
  69. . 28 July 2009. Retrieved 25 February 2012.
  70. . Kompas.com. 22 November 2011. Retrieved 25 February 2012.
  71. on 1 March 2012. Retrieved 28 February 2012.
  72. . Lembaga Survei Indonesia. 23 February 2012. Retrieved 25 February 2012.
  73. . Retrieved 25 February 2012.
  74. ^ . Republika Online.
  75. . jpnn.com.
  76. . American Chamber of Commerce in Indonesia.
  77. ^ . Retrieved 30 May 2014.
  78. . indonesia-investments.com.
  79. . Retrieved 30 May 2014.
  80. . Retrieved 6 June 2014.
  81. ^ . Sidney Morning Herald. Retrieved 22 July 2014.
  82. ^ )
  83. ^ )
  84. on 24 July 2014. Retrieved 22 July 2014.
  85. on 29 July 2014. Retrieved 22 July 2014.
  86. )
  87. . asiancorrespondent.com.
  88. . The Jakarta Post. Retrieved 12 April 2018.
  89. . Republika.com. 26 February 2018. Retrieved 31 March 2018.
  90. . Kpmpas.com. Retrieved 31 March 2018.
  91. . Asia Times. 15 April 2018. Retrieved 17 April 2018.
  92. . Kompas.com. Retrieved 17 April 2018.
  93. . BBC News Indonesia (in Indonesian). 10 August 2018. Retrieved 26 August 2018.
  94. . Al Jazeera. Retrieved 18 April 2019.
  95. . ICIJ. Retrieved 6 December 2017.
  96. . Coconuts Jakarta. 21 March 2018. Retrieved 22 March 2018.
  97. .
  98. . detikcom. Retrieved 22 March 2018.
  99. . Tempo.co. Retrieved 28 December 2018.
  100. . Kompas.com. Retrieved 20 January 2019.
  101. . detikcom. 19 January 2019. Retrieved 11 May 2019.
  102. . tirto.id. Retrieved 20 January 2019.

Sources[]

Further reading[]

Begitulah pembahasan mengenai Rahasia Unik Matematika Ajaib dan "Prabowo Subianto - Wikipedia" Terima kasih atas kunjungannya

Konten ini dikelompokkan ke dalam kategori

Konten ini bersumber dari  https://rumahakal.com dan https://en.wikipedia.org/wiki/Prabowo_Subianto

Related Posts:

Analisa Terkini Biografi Singkat Capres RI 2014 Prabowo Subianto Prabowo Subianto Pendidikan

https://rumahakal.com

Biografi singkat Capres RI 2014 Prabowo Subianto

Sebelum menerangkan lebih detail perihal "Biografi singkat Capres RI 2014 Prabowo Subianto", saya introduksikan lebih dahulu mengenai Rahasia Berhitung Mudah.

Tekan gambar di bawah agar mendapat penjelasan lebih mendalam

 

matematika ajaib

Ayo, saatnya kita diskusikan tentang  "Biografi singkat Capres RI 2014 Prabowo Subianto"

menempatkan Prabowo Subianto pada urutan teratas calon Presiden paling kuat di Pilpres 2014 mendatang. Benarkah masyarakat menghendaki seorang pemimpin yang fanatik dengan cara-cara militer dalam menciptakan perubahan? Ia membangun istana dengan kompleks yang luas di atas Bukit Hambalang, dikitari barak-barak tempat pelatihan kader-kader muda Gerindra dari berbagai daerah. Kesan militerisme yang sangat kental, tapi menyeramkan? Inikah calon pemimpin yang dikehendaki wong cilik?

(sumber hanya menulis dari sisi penolakan dan kekhawatiran padahal beliau tidak begitu)

Bukit Hambalang  menjadi saksi bisu aktivitas sehari-hari Prabowo Subianto. Di Bukit Hambalang yang berlokasi di Desa Bojong Koneng, Kec Babakan Madang, Bogor, Jawa Barat itulah berdiri rumah megah bak istana milik Prabowo. Untuk melihat keberadaan rumah Prabowo dan aktivitasnya, The Politic menyusuri jalanan bukit yang beraspal, dan berkelok-belok di tengah suasana pedesaan yang masih asri dengan pepohonan rindang dan sunyi. Sesekali The Politic bertanya lokasi persis rumah Prabowo pada   warga setempat yang dijumpai di tengah perjalanan. “Itu masih lurus aja, dari sini kira-kira 2 km lagi. Rumahnya paling atas, paling ujung. Ikuti saja jalan ini sampai habis,” jelas salah seorang warga Desa Bojong Koneng.

Benar seperti yang dikatakan warga tersebut, di ujung jalan utama menuju atas bukit terlihat gerbang rumah megah berjeruji setinggi sekitar dua meter. Sebuah pos keamanan berada di depan rumah. Para tamu yang tak memiliki janji dengan sang empunya rumah, tak akan diizinkan masuk. 

Sebelumnya tidak terbayangkan, di puncak bukit terdapat sebuah rumah yang dilengkapi berbagai fasilitas. Rumah atau  lebih tepatnya istana, yang berdiri di atas area seluas 4,8 hektar itu jauh dari pemukiman penduduk. Meski begitu, tak sulit untuk menemukannya. Sebab hampir seluruh warga Bojong Koneng tahu di mana letak rumah Petinggi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) ini.

Sebelum sampai di rumah Prabowo, satu-satunya jalan harus melewati camp-camp ala militer sebagai tempat pelatihan kader-kader muda Gerindra. Terlihat penjaga keamanan berseragam maupun yang berpakaian biasa, ada di tempat-tempat strategis sehingga bisa memantau siapa pun yang masuk ke kompleks eksklusif Gerindra tersebut. The Politic coba mengambil gambar di sekitar lokasi, namun dalam waktu yang sangat singkat beberapa orang tidak berseragam sudah berdatangan dan melarang mengabil foto. Menurut sumber The Politic, para petugas keamanan di Bukit Hambalang itu semuanya bekas tentara Kopassus yang masih loyal pada Prabowo.

Presiden versi Survey. Tidak diragukan, Prabowo Subianto akan maju mencalonkan diri jadi presiden pada Pilpres 2014 mendatang dari Partai Gerindra. Bahkan sejumlah survey yang dilakukan beberapa waktu lalu, menempatkan namanya pada posisi teratas. Soegeng Sarjadi Syndicate (SSS) dalam survei terbarunya menempatkan Prabowo Subianto dalam urutan teratas Capres dengan 28 persen, disusul Mahfud MD 10,6 persen, Sri Mulyani Indrawati 7,4 persen, Aburizal Bakrie 6,8 persen, KH Said Agil Siradj 6 persen dan Din Syamsuddin 5,2 persen. Dahlan Iskan (0,4 persen), Megawati 0,3 persen, dan Chairul Tanjung (0,2 persen). 

Pada pekan yang sama, survei Jaringan Suara Indonesia (JSI) menempatkan Megawati pada urutan teratas dengan 23,8 persen, disusul Prabowo Subianto 17,6 persen, kemudian Aburizal Bakrie 13,7 persen. Sebelumnya Lingkaran Survei Indonesia (LSI) menempatkan Megawati, Prabowo Subianto dan Aburizal Bakrie mendapat dukungan di atas 10 persen jika ikut Pilpres. Sementara nama lainnya seperti Ani Yudhoyono, Pramono Edi Wibowo, Anas Urbaningrum dan Marzuki Ali masih berada di bawah 10 persen.



Menanggapi hasil beberapa survey yang berbeda-beda cukup signifikan tersebut di atas, menimbukan keraguan akan validitas metodologi survey yang dilakukan oleh banyak kalangan masyarakat. Bahkan, kecurigaan adanya ‘pesanan’ dari beberapa kepentingan tidak terelakkan. Sukardi Rinakit dari Soegeng Sarjadi Syndicate (SSS) membantah keras ketika The Politic mensinyalir lembaga survey SSS ‘dibayar’ oleh pihak tertentu untuk menempatkan capres ‘X’ pada urutan teratas.

Terlepas dari hasil survey, pertanyaan mendasar tentang sosok seorang Prabowo adalah benarkah ia yang diinginkan rakyat? Masih kuat dalam ingatan masyarakat tentang penculikan para aktivis demokrasi, tragedi Trisakti, dan peristiwa Mei 1998 yang melibatkan Prabowo sebagai pelaku pelanggaran HAM sehingga ia kemudian dipecat dari militer.Tak hanya itu, kurang pandainya   mengelola bisnis membuat lilitan utang   yang tidak sedikit pada perusahaan-perusahaan miliknya. Gaya kepemimpinannya yang sangat militeristik, karakter pribadi yang temperamental, dan kehidupan rumah tangganya yang retak, merupakan poin-poin yang terakumulasi ke dalam sosok seorang Prabowo Subianto. Benarkah sosok seperti ini yang diinginkan rakyat?

Masa Kecil. 

Prabowo lahir di Jakarta pada 17 Oktober 1951, merupakan anak ketiga dari begawan ekonomi Sumitro Djojohadikusumo dengan Dora Marie Sigar. Masa kecil Prabowo bersama kedua orangtuanya banyak dilewatkan di banyak negara, baik di Asia maupun Eropa, sehingga tidak heran ia menguasai setidaknya empat bahasa asing, yakni Inggris, Jerman, Perancis, dan Belanda.

Minat Prabowo pada dunia kemiliteran dan memiliki jiwa nasionalis  yang luar biasa rupanya rupanya merupakan  titisan turun-temurun dari keluarga ayahnya. Kakeknya, Raden Mas (RM) Margono Djojohadikusumo, adalah salah satu pendiri Partai Indonesia Raya (Parindra) dan pendiri Bank BNI 1946. RM Margono juga adalah Ketua Dewan Pertimbangan Agung Sementara pertama dan anggota Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Dan, kini nama kakek Prabowo ini sudah diabadikan menjadi nama sebuah gedung di Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unibersitas Gajah Mada (UGM), Yogyakarta. Sementara dua orang pamannya Letnan Sujono Djojohadikusumo dan Sersan Mayor Subianto Djojohadikusumo gugur dalam Peristiwa Lengkong di Tangerang tahun 1946. Bahkan oleh sang Ayah, kedua nama pamannya ini ditambahkan pada namanya (Subianto) dan adiknya Hasyim (Sujono), dengan harapan keduanya memiliki jiwa patriot seperti dua paman mereka.

Dalam bukunya Jejak Perlawanan Begawan Pejuang, Sumitro mengakui istrinya sangat berperan dalam membesarkan dan pendidikan formal anak-anaknya. Meskipun Sumitro muslim, Dora Sigar tetap Kristen. Dengan latar belakang keluarga berpendidikan Belanda, Dora Sigar menerapkan disiplin ketat kepada putra-putrinya. Di meja makan, misalnya, semua tata krama dan etiket Belanda sangat ketat dijalankan, seperti tangan tidak boleh ke sana ke mari, serbet harus dilipat di pangkuan, dan garfu sendok tidak boleh bunyi.

Perpaduan dua kepribadian orangtua inilah yang sangat membentuk kepribadian Prabowo. Disiplin dan sikap keras diturunkan dari sang Ibu, gaya berpikir kritis dan bebas dari sang Ayah. Ia tumbuh menjadi anak yang cerdas, lugas tanpa basa-basi, sangat taat aturan sehingga sangat kaku dalam pergaulan, dan kritis. Dan, dari penuturan kawan-kawan dekatnya, Prabowo adalah anak kesayangan ibunya.

Masa kecil Prabowo banyak dihabiskan dalam masa pelarian ke beberapa negara bersama ayahnya, menjadikan ia sebagai sosok yang mandiri, pekerja keras dan sangat dekat dengan rakyat kecil. Pendidikan militer di Magelang mengasah jiwa patriotiknya dan berhasil lulus sebagai lulusan terbaik.

Pada 1976, Prabowo dipercaya sebagai Komandan Pleton Para Komando Grup I Komando Pasukan Sandhi Yudha (Kopassandha) dan ditugaskan sebagai bagian dari operasi Tim Nanggala di Timor-Timur. Setahun kemudian menjadi Komandan Kompi Para Komando Grup I Kopassandha dengan pangkat Letnan Satu.

Karier militernya terus melejit, ketika dipercaya sebagai Wakil Komandan Detasemen 81 Penanggulangan Teros (Gultor) Komando Pasukan Khusus TNI AD (Kopassus) pada 1983. Dan, setelah menyelesaikan pelatihan di "Special Forces Officer Course" Fort Benning, Amerika Serikat, Prabowo diberi tanggung jawab sebagai Komandan Batalyon Infanteri Lintas Udara (Linud) 328 Kostrad hingga 1987 dan diperpanjang sampai 1991. Kemudian menjadi Kepala Staf Brigade Infanteri Linud 17/Kujang/Kostrad, 1991 hingga 1993. Prabowo kembali ke Kopassus sebagai Komandan Grup 3 yaitu Komandan Pusat Pendidikan Pasukan Khusus di Batujajar, Jawa Barat, tahun 1993. Setahun kemudian sebagai Wakil Komandan Kopassus. Dan, tahun 1994, ia dipercaya menjadi orang nomor satu di korps baret merah pasukan elit TNI Angkatan Darat itu.

Tahun 1998, Prabowo ditarik kembali menjadi Panglima Kostrad dengan pangkat Letnan Jenderal, dalam usia relatif muda yakni 47 tahun. Di tahun inilah ia tersandung tragedi Mei yang membuatnya dipindahkan menjadi Komandan Sekolah Staf dan Komando ABRI (Sesko TNI). Dan atas pertimbangan Dewan Kehormatan Perwira (DKP), Prabowo diberhentikan dari dinas kemililiterannya.

Jatuh Cinta. 

Menurut sumber The Politic, Prabowo dipertemukan (dicomblangi) oleh Wismoyo Arismunandar dengan  anak Alm Presiden Soeharto, Titiek Soeharto, ketika ia menjadi ajudan Wismoyo kala itu. Siti Hediati Hariyadi yang lahir di Semarang, Jawa Tengah, 14 April 1959, lebih dikenal dengan Titiek Soeharto adalah anak keempat mendiang mantan Presiden Soeharto. Ketika pertama kali bertemu, lanjut sumber, langsung saling tertarik, padahal saat itu Prabowo sudah bertunangan dengan anak dari dr. Sajiman, Kepala RS TNI di Magelang, yang sekarang sudah menjadi dokter gigi, kawin dengan seorang ginekolog di Yogyakarta.

Prabowo suka dengan tunangannya ini karena pintar memainkan piano lagu-lagu klasik, suka membaca buku, cerdas, dan sering berbahasa Inggris dalam komunikasi keduanya. Namun, setelah bertemu Titiek, Prabowo langsung jatuh hati dan terpesona dengan kepribadian Titiek yang lincah, gaul, smart, dan tekun. Padahal perbedaan kepribadian keduanya sangat mencolok. 

Prabowo yang sangat disiplin, selalu ikut tata krama dan aturan, formil, tegas, sehingga terkesan kaku, tipikal gaya aristokrat hasil gemblengan sang Ibu. Sementara Titiek yang lincah, dinamis, cenderung melawan aturan protokoler istana. Boleh dibilang Titiek itu anak jalanan sedangkan Prabowo anak rumahan yang patuh. “Titiek itu ketika sekolah di SMPN 1 dan SMAN 3, sering membuat ajudannya kelabakan. Misalnya, ia senang sekali main sepeda di sawah-sawah di Menteng kala itu, atau naik bus bersama teman-teman sekolahnya, dan senang bergaul/berbaur dengan orang-orang miskin,” tutur sumber.

Parabowo akhirnya menikah dengan Titiek pada Mei 1983. Pasangan ini dikaruniai seorang anak yang sangat pintar, Didiet Prabowo, yang menghabiskan sebagian masa sekolahnya di Boston, Amerika Serikat. Kini Didiet sudah menjadi salah satu desainer yang mulai diperhitungkan di tanah air. Dan, sesekali terkadang terlihat ia ikut dalam kegiatan bapak atau ibunya, meskipun kedua orangtuanya itu sudah tidak bersama lagi.

Usia perkawinan pasangan Prabowo-Titiek ini berakhir  pada perceraian, namun tidak diketahui secara persis kapan pasangan ini berpisah. Berbagai spekulasi tentang sebab perceraian ini beredar di masyarakat, mulai dari kebiasaan-kebiasaan keduanya yang tidak sama, Prabowo dianggap berkhianat pada Pak Harto, Titiek yang memiliki PIL, sampai cedera permanen yang dialami Prabowo akibat tertempak ketika bertugas di Tim-Tim. Namun, orang-orang dekat Prabowo lebih condong menyebut perbedaan kebiasaan yang jadi faktor utama perceraian keduanya. Sampai berita ini diturunkan, baik Prabowo maupun Titiek tidak memberikan klarifikasi, meskipun sudah beberapa kali dihubungi melalui surat, email (kotak pesan di akun Facebook), dan SMS.

Setelah perceraian, hubungan Prabowo dengan Titiek tampak tetap mesra. “Mereka selalu bersama-sama dan akur kalau menyangkut urusan sekolah anak. Biasanya mereka selalu mengurus berdua, dan janjian bertemu di luar negeri. Semakin ke sini keduanya tampak semakin mesra, Titiek biasanya menitipkan pesan lewat orang dekat Prabowo, dan Prabowo sampai saat ini sangat menghargai Titiek, ia selalu menyapa dan menyebut nama Titiek dengan didahului sebutan Mbak,” cerita sumber yang mengaku dekat dengan keduanya. Apakah keduanya masih saling cinta? Mungkinkah mereka akan bersatu lagi? “Kemungkinan itu bisa saja, apalagi semakin ke sini kelihatannya mereka semakin mesra,” tambah sumber.

Gaya Militer.

Sikap lugas, tegas, disiplin, dan formal sangat melekat pada sosok seorang Prabowo Subianto. Darah militer yang mengalir dalam dirinya seakan kian kental meskipun kini tidak lagi di militer. Ketika The Politic menyambangi tempat pelatihan kader-kader muda Gerindra di dekat kediamannya di Bukit Hambalang Bogor, nuansa militer sangat terasa. Setting lokasi pelatihan dibikin seperti camp militer dengan beberapa barak, persis seperti pelatihan militer. Model pelatihan pun mengadopsi cara-cara militer.

Ketika ditanyakan tentang gaya militer seperti ini, orang terdekat Prabowo, yaitu Fadli Zon mengatakan, “Tentang gaya militer ini, saya kira itu persepsi orang yang berbeda-beda, tentang militer banget atau tentang aristokrat saya kira banyak orang yang berpandangan berbeda.” Fadli Zon menerangkan bahwa memang Prabowo lama dididik seperti itu dan sudah melekat dalam dirinya.

Pandangan seperti ini dibenarkan oleh Eros Djarot yang menulis bukuPrabowo Sang Kontroversi. Bahkan menurut Eros, watak Prabowo yang militeristik itu terkesan menakutkan, tetapi itu bagi mereka yang tidak mengenal Prabowo dengan baik. Menurut sumber The Politic, terkait jiwa militer yang melekat dalam dirinya, Prabowo juga orangnya temperamental, cepat naik darah kepada siapa pun. 

“Ya kalau temperamental memang dididik untuk itu kan, tentara itu satu prinsipnya, to kill or to be killed, jadi mentalitas itu juga sebagai tentara yang baik ya harus begitu. Tetapi dari sisi lain dia (Prabowo) tentara yang ada etikanya juga, jadi kalau tidak memegang senjata ya tidak dibunuhnya, kan dalam peperangan, termasuk penculikan anak-anak itu kenapa tidak dibunuh karena dia tidak mau, jadi dia orang yang punya prinsip, bahwa temperamental konon ya, dia lelaki tertua memang dituntut seperti itu artinya membuktikan sosok dia yang mempunyai eksistensi sendiri dia juga membentuk karakternya lebih keras lagi supaya orang yakin dia adalah Prabowo yang berwibowo,” jelas Eros Djarot. 

Habiskan 37 Handphone.

Terkait sifat temperamental tersebut, beredar khabar yang cukup unik, bahwa di tahun 2009 lalu, Prabowo menghabiskan banyak sekali hanphone, kira-kira berjumlah 37 unit, yang dilempar karena emosi. “Tidak benar itu. Itu hanya isu yang sengaja disebar oleh orang-orang yang tidak suka dengan Pak Prabowo,” tegas Fadli Zon. Lebih lanjut Fadli Zon menegaskan bahwa saat ini gaya militer dalam keseharian Prabowo sudah tidak seperti ketika dulu ia masih di militer. “Sekarang tidak ada karena sering berhadapan sama rakyat, jadi selama ini juga berhadapan dengan masyarakat di berbagai daerah di bebagai organisasi juga, kita lihat dia juga bukan orang yang sulit untuk dihubungi kecuali memang dalam kesibukannya saja. Kalau masalah mental tentara saya kira tidak sepenuhnya juga benar, kalau ketegasan hal-hal tertentu ia memang bawaan dari militer, ini diperlukan karna itu sangat terkait dengan kedisiplinan. Kalau di militer orang tidak disiplin bisa jadi gerombolan kejahatan,” kata Fadli Zon.

Selain gampang marah, Prabowo ternyata juga romantis, mudah terenyuh, dan melankolis. “Dia itu orangnya romantis lho….,” kata seorang yang mengaku sebagai temannya, yang juga teman Titiek, mantan istrinya. “Iya, Prabowo itu ada melankolisnya, terutama ketika berhadapan dengan masyarakat yang hidupnya serba kekurangan,” kata Eros Djarot. Seringnya berhadapan dengan penderitaan rakyat inilah yang semakin menumbuhkan jiwa nasionalis dalam diri Prabowo. Selain itu, karena lama hidup di luar negeri, Prabowo ingin menunjukkan eksistensi nasionalismenya yang terkadang terlihat berlebihan. 

“Dia orang yang lama di luar, yang ingin membuat semua orang percaya kalau ia seorang nasionalis tulen sehingga tampak semua serba over. Pada saat ia tidak jadi tentara lagi, masuk ke sipil memang banyak yang harus ia perbaiki, citra-citra dia yang lama. Penampilan kaya’ Bung Karno itu kan diperlukannya, karena ia memerlukan citra dulu, bahwa ia musuhnya kaum nasionalis itu sedikit demi sedikit ia coba kikis dan hal itu yang membuat orang melihatnya agak ekstrem, jadi ada semacam hypernasionalisnya, di satu sisi baik tetapi bagi yang tidak mengenal dia, itu terkesan hanya acting politik saja, saya mengenal dia dan keluarganya, ia cinta Indonesia 100 persen dan ia seorang nasionalis sejati,” kata Eros Djarot.

Terjun ke Bisnis. 

Setelah tidak aktif di kemiliteran sejak tahun 1998, Prabowo lebih banyak menghabiskan waktunya di Yordania dan sejumlah negara di Eropa dan Asia. Ia lalu terjun ke dunia usaha, membantu adiknya Hashim Djojohadikusumo, yang sudah lebih dulu sebagai pengusaha minyak di Kazakhstan. 

Kembali ke Indonesia, sekitar tahun 2002, Prabowo membeli PT Kiani Kertas yang saat itu sudah berada di BPPN sebagai perusahaan yang ‘sakit’ karena terbelit utang yang besar. Kok Beli perusahaan sakit? Nah, rupanya PT Kiani Kertas ini mempunyai sejarah tersendiri. 

Menurut sumber The Politic, pada tahun 1987 Presiden Suharto memerintahkan seorang pengusaha ternama, Bob Hasan, untuk membangun usaha di ujung timur Kalimantan Timur, di mana terdapat beberapa pulau kecil yang sangat strategis dan berada dekat perbatasan dengan Malaysia. Alasan Pak Harto sangat masuk akal karena ia melihat ada tanda-tanda Amerika sudah mulai melirik pulau-pulau itu sebagai Pangkalan Militer menggantikan Subic di Filipina yang habis masa kontraknya. Maka resmilah PT Kiani Kertas berdiri di atas lahan seluas 3.400 hektar, pada tahun 1990, yang berlokasi di Makajang, Kecamatan Sambaliung, Kabupaten BerauKalimantan Timur.



Hitungan secara ekonomis pada masa itu tidak menguntungkan karena selain medannya berat, kebutuhan bahan baku untuk pabrik kertas sangat sulit, sehingga harus impor. Namun, karena pertimbangan geopolitik demi keutuhan serta keamanan negara, langkah itu harus diambil meskipun high cost. Sayang, cost yang tinggi ini lambat laun membebani perusahaan hingga tak kuat lagi untuk terus beroperasi, utang sudah mulai menumpuk, sehingga kemudian pada 1998 diambil alih oleh negara, di bawah BPPN.



Ketika Prabowo kembali ke Tanah Air, seorang petinggi Bank Mandiri menawarkan bantuan kepada Prabowo untuk membeli PT Kiani Kertas dari BPPN, tahun 2002, dengan alsan selaian perusahaan itu layak diperbaiki, juga alasan nasionalisme, agar tidak dibeli oleh Malysia, atau Amerika. Bersama koleganya yang juga mantan tentara yang juga mantan menteri perindustrian,  Luhut Panjaitan, Prabowo pun kemudian mendapatkan kucuran kredit dari Bank Mandiri sebesar lebih dari  Rp 2 Triliun  untuk mengambil PT Kiani Kertas. Sayangnya meski berbagai upaya dilakukan pada PT Kiani Kertas , tetap saja perusahaan tersebut tidak bergerak maju, hingga akhirnya Luhut dan Prabowo pecah kongsi. 

Pinjaman Bank Mandiri ke Kiani Kertas ini, sempat masuk ke pengadilan dan menyeret para direksi Bank Mandiri  sebagai tersangka. Namun kemudian kasus hutang PT Kiani ini tidak berlanjut, karena Prabowo telah melunasi hutangnya ke Bank Mandiri , beserta bunganya, sehingga tidak ada kerugian Negara.   Ada cerita menarik saat seorang petinggi  Bank Mandiri harus menagih utang pada Prabowo  di tahun 2005, dimana saat   saat itu  sudah jatuh tempo. “Hati-hati lho Pak, kemana-mana Prabowo itu bawa pistol” tiru seorang petinggi Bank Mandiri  saat diperingatkan oleh temannya. Meski sempat ngeper harus berhadapan empat mata dengan Prabowo, namun petinggi Mandiri tadi berfikir , Prabowo dibesarkan oleh seorang ibu yang sangat taat beragama, sehingga tidak mungkin akan menembak dirinya begitu saja, saat ia harus menagih utang pada Prabowo. Ketika mulai masuk dalam ruangan, dimana hanya ada  petinggi Bank Mandiri itu dan Prabowo, digambarkan oleh petinggi  Bank Mandiri itu suasananya sangat tegang. “Saya akui saya sempat ketar-ketir juga,” tutur sumber tersebut.

Di ruangan tersebut terdiri dari meja panjang, dimana Prabowo duduk di ujung meja yang satu dan diujung meja yang lain , duduk petinggi Bank Mandiri tersebut. Suasana masuk ke ruangan dengan wajah  tegang, dan agak memerah. Kemudian saat duduk Prabowo  meletakkan agenda di meja dan sebuah “barang” juga diletakkan di sebelah agenda. Dalam kondisi ketakutan yang luar biasa, akhirnya petinggi Bank Mandiri ini mempunyai ide , untuk tidak langsung berbicara pada masalah utang Prabowo, tetapi  memulai pembicaraan  dengan  menyitir beberapa ayat  yang  ada dalam Al Kitab. Maklum Prabowo sangat hormat terhadap ibunya, sehingga ia juga sangat paham terhadap ajaran-ajaran agama Kristen yang dianut ibunya.  Dan benar saja, suasana pertemuan menjadi cair , hingga Prabowo dengan wajah yang tidak tegang lagi mengatakan, bahwa dirinya adalah orang yang dididik untuk tidak ngemplang utang dan selalu bertanggung jawab. “Jadi semua berapa jumlah utang saya plus bungnya,” tutur petinggi Bank Mandiri itu menirukan pertanyaan Prabowo. Yang tanpa diduga oleh petinggi Bank Mandiri itu adalah, saat ia menyebutkan jumlah hutang pokok dan bunganya yang mencapai Rp 2 T lebih, Prabowo ternyata langsung mengatakan akan melunasi utang tersebut sekaligus. Dan benar saja saja beberapa hari setelah pertemuan itu, Prabowo membayar utang PT Kiani ke Bank Mandiri secara lunas baik utang pokok maupun bunganya. “ Saya hingga hari ini sangat surprise dan gak habis pikir, duit Prabowo demikian banyak sehingga bisa bayar utang cash, plus bungnya. Padahal jumlahnya sangat besar,” tutur petinggi Bank mandiri, yang akhinrya memuji Prabowo sebagai orang yang bertanggungjawab.

 Saat ini Prabowo sendiri  telah memiliki belasan perusahaan yang bergerak di berbagai bidang, seperti kehutanan, kertas dan bubur kertas, kelapa sawit, tambang batu bara dan perusahaan jasa dengan total asetnya sekitar US$ 1 miliar atau Rp 10,5 triliun. Semua perusahaan ini berada di bawah perusahaan induk Nusantara Energy Group, yang terpusat di Lantai 9 dan 10, Menara Bidakara, Jakarta Selatan.

Selain PT Kiani Kertas, sektor lain pun dirambah Prabowo. Sektor kehutanan dan perkebunan, Nusantara Energy memiliki enam perusahaan, yaitu PT Kiani Hutani Lestari, PT Belantara Pusaka, PT Tanjung Redeb Hutani, PT Kiani Lestari, PT Tusam Hutani Lestari, dan PT Tidar Kerinci Agung. Industri pertambangan, Nusantara Energy memiliki tujuh perusahaan, yaitu PT Energi Persada Nusantara, PT Nusantara Wahana Coal, PT Nusantara Kaltim Coal, PT Batubata Nusantara Coal, PT Kaltim Nusantara Coal, PT Nusantara Santan Coal, PT Nusantara Berau Coal. Sedangkan di sektor perikanan, ada PT Jaladri Swadesi Nusantara, dan sektor jasa melalui PT Gardatama Nusantara dan PT Tribuana Antarnusa. 

Didukung Sang Adik. 

Pesatnya perkembangan bisnis Prabowo, tak lepas dari dukungan adiknya, Hashim Djojohadikusumo yang juga ikut berperan dalam Nusantara Energy. Hasim juga turut membantu pulihnya bisnis PT Kiani Kertas milik Prabowo dengan dana dari penjualan asset milik Hasim di bulan Februari 2007, yaitu Bangsa Energi Co, sebuah perusahaan minyak dan gas yang berbasis di Calgary, Kanada. Juga saham di lapangan minyak dan fasilitas lainnya di Kazakstan kepada Grup Citic, sebuah perusahaan energi dari China dengan harga US $ 1,91 miliar.

Selain ikut terlibat di Nusantara Energy, Hasim Djojohadikusumo juga menggerakkan roda bisnis di bidang perfilman dengan membiayai produksi film perdana Merah Putih yang muncul pertama kali pada Agustus 2009 melalui perusahaan film PT Media Desa Indonesia. Sumber The Politic menjelaskan bahwa Hasim terlibat dalam pembuatan film sebagai produser eksekutif. “Di dalam pembuatan film ini bekerja sama dengan rumah produksi internasional Rob Allyn dari Margate House, rumah produksi inilah yang berperan besar pada pengaturan tema,setting tempat sampai penentuan tokoh-tokoh yang main pada film tersebut,” kata sumber.

Prabowo  sendiri tadinya juga aktif menangani perusahaan-perusahaan miliknya, dan setiap rapat rajin sekali datang. Tetapi, menurut pengakuan beberapa staf di Nusantara Energy, akhir-akhir ini Prabowo jarang sekali ke kantor, karena kesibukannya di Partai dan organisasi. Meskipun demikian, bukan berarti perusahaan-perusahaannya mandek alias kolaps, karena masih ada Sang Adik yang mengelola perusahaan bersama orang kepercayaan Prabowo seperti Fadli Zon.

Terbelit Utang. 

PT Kertas Nusantara yang terbelit utang Rp14,3 triliun lebih kepada 120 kreditor, beberapa waktu lalu nyaris dipailitkan. Menurut Fadli Zon, dalam dunia bisnis masalah utang-piutang bukan suatu hal yang aneh. Begitu juga dengan perusahaan milik Prabowo. “Bukan soal tidak becus mengelola perusahaan, tetapi masalah utang itu masih terkait utang-utang lama perusahaan dengan pemilik lama,” tegas Fadli Zon.

Seperti diketahui, pengadilan akhirnya memutuskan penjadwalan kembali pembayaran utang PT Kertas Nusantara kepada 120 kreditor. Perusahaan yang dulu bernama Kiani Kertas itu pun gagal pailit.

Selain masalah  utang PT Kertas Nusantara, menurut sumber Prabowo yang tadinya sudah melunasi utang PT Kiani ke Bank Mandiri, akhirnya tetap mengalami kesulitan menjalankan operasional perusahaan Pulp and Paper itu, konon ini lantaran Prabowo tidak piawi dalam memilih SDM yang bisa menjalankan perusahaan yang berbasis menggunakan bahan baku  kayu ini. Akibatnya PT Kiani terus-menerus merugi dan selalu kesulitan bahan baku. Bahkan menurut sumber, sudah beberapa tahun terakhir ini, untuk menjalankan PT Kiani kertas tersebut, Prabowo dibantu pengusaha Arifin Panigoro. “Tadinya dipinjami alat-alat berat, belakangan yang saya dengar biaya operasional juga sebagian sudah dipinjami AP (Arifin Panigoro-red),” ujar sumber tersebut. Masih menurut sumber tersebut , Prabowo yang  kini kesulitan  mengembalikan utang ke Arifin Panigoro, berencana menjual PT Kiani Kertas ke Arifin Panigoro. “Sekarang masih dalam tahap itung-itungan kalau tidak salah,” tutur sumber tersebut.

Sumber yang lain menyebutkan, bukan hanya PT Kiani yang mengalami kesulitam, beberapa perusahaan Prabowo juga sempoyongan, yang disebabkan oleh pengelolaan yang kurang baik, karena SDM  atau eksekutif yang direkrut Prabowo untuk mejalankan perusahaan yang banyak berbasis pada pertambangan, perkebunan dan kehutanan itu, rata-rata tidak memiliki kompetensi di bidang tersebut, sehingga perusahaan dikelola asal-asalan. Sebagai contoh , lanjut sumber tersebut, Prabowo yang juga mengambilalih PT ITCI (International Timber Corporation Indonesia)  yang dulu saham mayoritasnya dimiliki oleh Bob Hasan dan Yayasan-Yayasan milil Alm Pak Harto, saat ini dalam kondisi berantakan. Padahal dulu  perusahan pengelolaan Hak Pengusahaan Hutan  (HPH) dan HTI (hutan Tanaman Industri)  yang berlokasi di Kalimantan Timur ini merupakan perusahaan yang sangat sehat, bahkan untuk program HTI-nya beberapa kali mendapat penghargaan, baik di tingkat  nasional maupun internasional. “ Perusahaan-perusahaan Prabowo banyak yang sempoyongan, karena salam manajemen. Jadi secara likuiditas duitnya dia gak sebanyak dulu,” tutur sumber tersebut.

Sumber itu yakin, kalau toh Prabowo maju menjadi presiden, maka itu bukan dibiayai sendiri, tetapi dibiayai oleh adiknya yang sudah terlebih dahulu terjun di bisnis, saat Prabowo masih aktif sebagai tentara, yaitu Hasim Djojohadikoesumo. “Kalau saat ini Prabowo itu gak punya duit, yang punya duit Hasim. Jadi kalau jadi presiden ya cukong utamanya adiknya itu,” tutur sumber yang dekat dengan Prabowo.

Lebih lanjut sumber itu mengatakan, bahwa meski perusahaan Hasim di dalam negeri tidak seberkembang  seperti di jaman Orba, namun beberapa perusahaan Hasim di luar negeri yang bergerak dalam bidang pertambangan dan perdagangan saat ini  masih berjalan dan cukup likuid. Seperti diketahui, Hasim boleh dikatakan pelopor dalam perdagangan imbal barang ke Negara-negara Eropa Timur dan Timur Tengah. Melalui perusahaan PT Prima Comexindo, di akhir tahun 1980-an hingga era orde baru berakhir, perusahaan Hasim  boleh dikatakan  sebagai satu-satunya perusahaan yang sukses melakukan perdagangan imbal barang. Perdagangan imbal barang di sini  terjadi lantaran, beberapa Negara itu  belum memiliki hubungan dagang dengan Indonesia, sehingga yang terjadi misalnya Hasim memenuhi kebutuhan Negara-negara tersebut seperti  berbagai komonditi  kapas, rempah dan lain-lainnya, termasuk semen, kemudian  nantinya Hasim dari negera tersebut akan mendapatkan barang juga, misalnya berupa  minyak mentah. 

Masalah Psikologis.

Sementara itu  sumber yang dulu dekat Cendana kepada The Politic  mengatakan,bahwa untuk menjadi presiden Prabowo harus mengubah  sikap temperamentalnya. Sikap temperamental  Prabowo itu sendiri  terbentuk lantaran masalah psikologis yang bertubi-tubi yang dialaminya. Pukulan pertama datang, manakala Prabowo yang selalu berada di garis depan saat konfrontasi di Tim-Tim, kabarnya tertembak di bagian paha atasnya, hingga ia harus dioperasi dan menyebabkan ciri permanen pada bagain kelaki-lakiannya.  Namun hal ini dibantah oleh sahabat Prabowo . “Menurut orang yang mengobati Prabowo, dia itu sudah normal lagi. Bahkan dia  setelah becerai dengan Titik, ia bebeberap kali sempat   pacaran dengan waniata-wanita cantik yang hobi berkuda seperti dirinya itu,” ujar sumber tersebut.

Pukulan kedua adalah perceraiannya dengan Titiek, dan pengusiran yang dilakukan oleh Mamiek Soeharto. Menurut sumber yang juga kerabat Pak Harto, saat demonstrasi di mana-mana  pada Mei 1998  menjelang Pak Harto jatuh, kala itu semua anak-anak  Pak Harto berkumpul di rumah Pak Harto. Saat Prabowo masuk ke rumah ingin  ikut menghibur Pak Harto dan memberikan laporan dengan apa yang terjadi di lapangan, Mamiek yang melihat kelebat Prabowo masuk rumah Pak Harto di Jln Cendana, langsung mengusir Prabowo  untuk keluar rumah dan memaki-makinya, karena Prabowo diangkap sebagai pengkhianat yang ikut menggulingkan  Pak Harto. Tak lama setelah Pak Harto jatuh, beradar kabar Prabowo bercerai  dengan Titiek, namun tepatnya kapan, hingga kini tidak satu pun berita terlansir. 

Setelah Pabowo tidak jadi menantu Pak Harto lagi, praktis Prabowo tidak pernah datang ke Cendana, dan ia baru datang saat Pak Harto wafat. Prabowo tidak hanya datang, tapi juga ikut ke Pemakaman di Giri Bangun, Karang Anyar, Jawa Tengah.  Lalu bagaimana hubungannya dengan Titiek Suharato saat ini? “Kalau ada yang bilang hubungannya sekarang mesra, saya tidak percaya,” tutur kerabat Cendana tersebut.  “Bagaimana hubungan Titiek dan Prabowo mesra, lha Wong Titiek malah jadi pendukung lawan Prabowo pada saat terjadi perebuatan Ketua Umum  HKTI , dimana Titiek berada di kubunya Usman Sapta,” tumbah sumber itu .

Masalah psikologis lainnya adalah, Prabowo yang sangat menginginkan putra satu-satunya, Didiet untuk menjadi tentara, ternyata sang putra lebih memilih dunia “gemulai” yaitu sebagai desainer dan juga penari, mirip dengan profesi yang dijalani Omnya, Guruh soekarno Putra. 

“Ini ada positif dan negatifnya kalau ia jadi presiden. Negatif kalau sifatnya yang temperamental itu tidak diubah saat ia jadi pemimpin, ini kan bisa berbahaya. Positifnya, dengan tidak memiliki istri dan anak hanya satu, potensi KKN –nya jadi tidak sebesar yang dilakukan mantan mertuanya. Hanya saja karena ada Hasim sebagai pengusaha yang membiayainya yang harus nanti diwaspadai,” tutur sumber tersebut.

      Program Perubahan.  

Meski punya sifat temperamental, namun jiwa dan semangat nasionalis yang membara dalam diri Prabowo ditunjukkannya dengan kesibukannya yang seabrek berhubungan dengan masyarakat kecil. Sebagai Ketua HKTI (Himpunan Kerukunan Tani Indonesia) dan Ketua APPSI (Asosiasi Pedagang Pasar Tradisional Seluruh Indonesia) Prabowo selalu melakukan kunjungan ke daerah-daerah, memberikan pelatihan-pelatihan kepada para petani dan pedagang kecil.



Karena itu, jika kelak menjadi presiden, Prabowo sudah menyiapkan Program Aksi yang sangat memihak pada rakyat kecil. “Contohnya, menjadwalkan kembali utang luar negeri, menyelamatkan kekayaan Negara untuk menghilangkan kemiskinan, melaksanakan ekonomi kerakyatan, delapan program desa, memperkuat sektor usaha kecil, kemandirian energi, pendidikan dan kesehatan, menjaga pelestarian alam dan lingkungan hidup,” terang Fadli Zon.

Namun, akankah Prabowo akan terpilih jadi presiden di 2014 nanti? Mengingat sandungan kasus HAM yang terus membelitnya, karena hingga kini belum tuntas penyelesaiannya. Apalagi, negara-negara Barat tidak akan mendukung jika calon pemimpin masih terkait kasus pelanggaran HAM. Untuk masalah ini, Fadli Zon membantahnya. “Saya kira mengenai HAM itu suatu isu yang lama dan di Eropa tidak ada masalah dengan Pak Prabowo, Prabowo juga mendapatkan komunikasi yang baik dengan orang-orang Eropa, di Arab juga tidak ada masalah,dengan peminpin-pemimpin Asia juga tidak ada masalah.Kalau Hak Asasi Manusia itu lama ya.. saya kira sudah selesai,” tutup Fadli Zon. HJC, Ardi, Sopan, Amir

 Miliki Puluhan Kuda Harga Miliaran Rupiah

Foto:detik.com

Istana Prabowo berpadu dengan hijaunya Bukit Hambalang, sangat megah dan asri dengan rerumputan dan pepohonan pinus. Selain di depan, di bagian belakang rumah juga terdapat satu pos penjagaan. Menurut sumber The Politic, rumah petinggi Gerindra ini berfasilitas sangat lengkap. Tak hanya  itu, dua buah istal kandang kuda sebanyak 17 ekor kuda milik Prabowo berjenis Lusiano turut melengkapi  fasilitas di rumah itu. Kuda-kuda tersebut didatangkan langsung dari Portugal. Tak tanggung-tanggung, konon harga per ekornya mencapai miliaran rupiah!

Prabowo memang begitu hobi berkuda. Sehingga untuk melengkapi hobinya, tersedia lapangan terbuka untuk latihan berkuda. Selain itu ada satu arena pacuan tertutup yang dialasi pasir putih. Lapangan terbuka terdapat di bagian depan dan belakang rumah. Sementara, arena pacuan tertutup berada di samping taman depan. Menurut para petugas keamanan rumah, Prabowo selalu menyempatkan diri berkuda di seputaran kediamannya.

Berenang Sebelum Berkuda. 

Menurut sumber The Poltiic, rumah itu juga dilengkapi kolam renang air panas. Kolam renang itu biasa digunakan oleh Prabowo sebelum berkuda. "Beliau setiap pagi berenang dulu, baru berkuda," ungkap sumber. Selain hobi berkuda, Prabowo juga sangat hobi membaca, sehingga menurut sumber, di dalam rumahnya terdapat pula perpustakaan pribadi yang sangat lengkap. Perpustakaan itu digunakan untuk mengisi waktu luang. Fasilitas-fasilitas lainnya di kediaman yang mewah ini, terdapat pula ruangan untuk bermain billiard. "Ada tempat main billiard juga," ungkap sumberThe Politic.



Menurut pemilik warung yang berada di samping belakang rumah Prabowo, sesekali Prabowo keluar rumah untuk menghirup udara segar di sekitar rumahnya. Ratna, pemilik warung ini juga pernah berpapasan ketika Prabowo tengah berjalan-jalan menghirup udara segar. "Iya, paling senyum gitu," tuturnya. Menurut pengamatannya, Prabowo datang ke rumahnya hanya pada hari Jumat saja.

Menurut sumber The Politic, rumah kediaman Prabowo di Hambalang ini sudah berdiri sejak tahun 1990 -an. Namun, pada tahun 2008 rumah itu direnovasi dan sejak itu baru aktif ditempati oleh Prabowo dan saudaranya. Selain itu, sekitar 250 meter dari rumah pribadinya, terdapat pula vila megah milik Prabowo. Ditambahkan sumber The Politic, di kediamannya, Prabowo juga memiliki dua anak perempuan yang diangkat sebagai anaknya. “Ya, punya anak angkat dua, semuanya perempuan,” tutur sumber. 

Diklat Kader Muda Gerindra. 

Tak hanya itu tak jauh dari Vila dan rumah pribadi Prabowo, tepatnya di Kampung Curug, RT 3/9, Desa Bojongkoneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat dijumpai lokasi Diklat Kader Muda Gerindra. The Politic yang sedang mencari tahu keseharian Prabowo di rumahnya langsung menuju lokasi diklat untuk melihat dan mendengarkan kegiatan diklat yang sedang berlangsung pada Jumat (25/11) itu. 

Dari pengamatan The Politic, terdengar sedang ada pemberian materi. Materi tersebut menggambarkan keadaan rakyat Indonesia dan harga-harga pokok yang melambung seperti sekarang. Materi lainnya mengenai visi misi Gerindra. Pemberian materi dalam Diklat Gerindra Muda sangat lantang dan berapi-api sehingga terdengar oleh The Politic dari jauh. “Gerindra kalah, negeri kita akan hilang. Sistem demokrasi lambat laun akan buyar. Lalu akan kemana petani-petani kita, pekerja-pekerja kita?” 

Dalam diklat kader muda Gerindra ini Prabowo memberikan beberapa pokok pemikirannya. Pokok pikiran ini diposting dalam situs jejaring Twitter pribadinya, yaitu: 

1. Saya tidak terima negara saya dibilang kere, miskin dan peminjam uang. Saya tidak terima bangsa saya disebut negara kleptokrasi. 2. Untuk itu saya terjun ke politik. Saya ingin berusaha mengubah sistem yang salah dan kembali ke Pancasila dan UUD 45. 3. Indonesia unggul, geografi kita unggul. SDA kita unggul dan sangat berlimpah, tetapi masyarakat kita banyak yang hidup miskin. 4. Ada yang salah di negeri kita. Ada sistem ekonomi yang perlu kita ubah. Tidak perlu kita takut untuk berjuang demi sebuah kebenaran. 5. Kita pasti akan mati dipanggil Tuhan YME. Mengapa harus takut mati untuk berjuang demi kebenaran dan kemajuan bangsa dan negara. 6. Perubahan dapat terjadi jika kita bergerak bersama. Untuk itu  menjadi partai yang bersih, yang kadernya tidak membohongi masyarakat. 

Sayangnya, diklat yang diikuti oleh kader-kader muda daerah ini tertutup untuk media. Terpaksa The Politic hanya bisa mendengarkan dari jarak 150 meter secara diam-diam. Diklat untuk kader-kader muda Gerindra ini bertempat mirip sebuah camp TNI dengan dinding berwarna hitam dan atap yang terbuat dari jerami.

Dalam diklat tersebut, setiap pergantian materi, peserta diwajibkan untuk menyanyikan yel-yel seperti halnya pelatihan-pelatihan tentara. Peserta pun dibentak-bentak ketika terdengar nyanyian yel-yelnya kurang keras. “Yang keras suaranya, yang tidak serius ikut di sini ke kiri. Saya tidak mau bersama orang-orang sakit. Teriak yang keras. Jangan cuma tepuk tangan,”terdengar bentakan dari dalam camp. Para peserta diklat menyanyikan yel-yel “Garuda Di dadaku” dengan mengganti liriknya dengan lirik memuja Gerindra dan Prabowo. Mereka menyanyikannya dengan lantang sambil bertepuk tangan. “Garuda di dadaku, gerindra kebanggaanku, kuyakin hari ini pasti menang. Garuda di dadaku, Prabowo presidenku, kuyakin hari ini, pasti menang.” Amir, Sopan, Eko.

Sumber : tabloid The Politic Edisi 4

Begitulah pembahasan mengenai Rahasia Berhitung Mudah dan "Biografi singkat Capres RI 2014 Prabowo Subianto" Terima kasih atas kunjungannya

Postingan ini dikelompokkan ke dalam kategori

Postingan ini bersumber dari  https://rumahakal.com dan https://donnymontang.blogspot.com/2013/08/biografi-singkat-capres-ri-2014-prabowo.html

Related Posts: